Ketua KPU Monitoring Surat Suara Bersama Media
Keterangan Foto : Ketua KPU Husni Kamil Manik memeriksa surat suara Pilpres 2014, saat melakukan monitoring bersama rekan-rekan media.

Ketua KPU Monitoring Surat Suara Bersama Media

Jakarta, kpu.go.id- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Husni Kamil Manik, melakukan monitoring ke PT Temprint, salah satu perusahaan pencetak surat suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014, di Jl. Palmerah Barat, Jakarta, Sabtu (14/6). Bersama para rekan-rekan media nasional, Husni meninjau seluruh proses pembuatan surat suara, mulai dari pencetakan, pemotongan, pengepakan hingga pasangan barcode. Di tempat pesangan barcode itu, Ketua KPU menyempatkan diri untuk melakukan tesscanning barcode.
 
Di hadapan para wartawan yang turut serta dalam monitoring tersebut, Husni mengungkapkan, salah satu peninjauannya ialah untuk memastikan hasil cetakan yang baik dan memisahkan hasil cetakan yang tidak memenuhi standar. 
 
“Kita juga sudah lihat bagaimana packing-nya sampai kemudian bisa dikelompokkan dalam satu kemasan yang berisi 2000 surat suara. Berdasarkan penjelasan dari pihak perusahaan ini (PT Temprint), sudah ada 78,5% cetakan yang berhasil diproduksi sampai jam 08.00 pagi (Sabtu 14/6). Sebagian sudah dilakukan proses pengemasan (packing). Selanjutnya mereka, sebagaimana target yang ditetapkan, dapat memenuhi kewajiban mereka. Bahkan mereka optimis bisa menyelesaikan pekerjaan ini pada satu atau dua hari, sebelum batas waktu yang ditetapkan oleh KPU,” jelas Husni.
 
Husni juga memastikan, sejak keluarnya surat suara dari percetakan sampai tiba di daerah tujuan di kabupaten/kota, perusahan pencetak surat suara memiliki sistem yang dapat diandalkan. Mulai dari proses pencatatan, pemeriksaan atas pencatatan itu, hingga sistem barcode. 
 
“Ini satu hal yang penting kami pastikan. Ada jaminan kualitas mutu, baik dalam proses pencetakan maupun proses distribusi. Pencatatan yang dilakukan sudah menggunakan alat, yang tingkat akurasinya dapat dipastikan lebih rapih,” ujar Ketua KPU.
 
Sementara itu, PT Temprint, melalui Kepala Pemasaran, Solichin, mengungkapkan, pihaknya menargetkan seluruh logistik Pilpres, yang menjadi tanggung jawab mereka, akan sampai di KPU Kabupaten/Kota pada 26 Juni 2014 atau dua hari lebih awal dari target yang diwajibkan oleh KPU, yakni 28 Juni 2014.
 
“Kami (PT Temprint) konsorsium dengan PT GAP, mendapat dua paket. Untuk paket 11 jumlahnya 15.121.570. Sedangkan untuk paket 13 jumlahnya 3.585.496. Semua jumlah tersebut mencakup seluruh logistik Pilpres, yaitu surat suara Pilpres, surat suara pemilu ulang, dan lembar Daftar Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (DPCPPWP) yang digunakan untuk ditempel di pintu masuk TPS. Target kami, baik paket 11 maupun 13, 100% telah tiba di Kabupaten/Kota pada 26 Juni 2014,” ungkap Solichin.
 
Untuk diketahui, paket 11 meliputi kebutuhan logistik untuk NTT, NTB, Jawa Timur III, Jawa Timur, IV, dan Jawa Timur VI. Paket 13 meliputi kebutuhan logistik untuk Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. 
 
Ditanya Ketua KPU tentang bagaimana memastikan kualitas standar surat suara tetap terjaga dari awal sampai terakhir cetak, Solichin menjelaskan sesuai prosedur yang dijalankan, pihaknya melibatkan operator, supervisior, Q-See, dan pihak pengawas dari KPU. Pengawasan dilakukan selama 24 jam. “Karena itu, jika ada kesalahan atau hal-hal yang melenceng, para pengawas akan segera menegur operator untuk segera diperbaiki,” kata Solichin.
 
Begitu juga dengan kemungkinan terburuk apabila terdapat kerusakan surat suara di lapangan, Solichin memastikan telah berkoordinasi dengan pihak pendistribusi. Sehingga jika harus melakukan cetak ulang, dalam satu sampai dua hari telah sampai tempat tujuan.
 
Ketua KPU sendiri menegaskan, semua proses berjalan dengan baik. “Secara keseluruhan, persiapan yang kita lakukan on the schedulle, bisa berjalan dengan baik dan mudah-mudahan tidak ada gangguan hal yang tidak dapat diprediksi, seperti cuaca buruk. Yang paling berat, seperti pengalaman yang sudah-sudah adalah proses distribusi,” pungkas Husni. (bow/red. FOTO KPU/ie’am/Hupmas)

About admin

Terwujudnya Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki integritas, profesional, mandiri, transparan dan akuntabel, demi terciptanya demokrasi Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Check Also

KPU MEMBUKA REKRUITMEN ANGGOTA PPK DAN PPS PEMILU 2019

Jakarta (19/1/2018), Melalui Surat Edaran 80 /PP.05-SD/31/Prov/I/2018 tertanggal 18 Januari 2019, Komisi Pemilihan Umum Provinsi …

Leave a Reply