Breaking News

SEMINAR SEHARI MENCEGAH PENYAKIT KANKER

Jakarta (10/02/2020) – Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia melakukan sosialisasi pencegahan penyakit kanker di KPU Kota Jakarta Timur, dihadiri oleh seluruh jajaran Komisioner dan Pegawai Sekretariat KPU Kota Jakarta Timur. adapun tujuan dari acara ini adalah turut meminimalisir penyebab penyakit kanker oleh karena itu Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia berkeliling untuk menyosialisasikan faktor penyebab dan bagaimana cara mencegahnya.

Hafriki selaku narasumber mengungkapkan Maraknya penggunaan pengawet menjadi satu perhatian tersendiri pasalnya penggunaan zat tersebut banyak digunakan pada makanan yang di gemari anak-anak. Menurut data yang dilansir oleh Deherba.com menunjukkan bahwa Jumlah penderita kanker di Indonesia sangat tinggi. Hal ini terlihat dari berbagai data kanker yang dipublikasikan baik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga kanker. Bahkan menurut WHO pada tahun 2030 akan terjadi lonjakan penderita kanker di Indonesia sampai tujuh kali lipat. Jumlah penderita kanker yang meninggal juga kian memprihatinkan.

Untuk penderita kanker serviks, jumlahnya juga sangat tinggi. Setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Itu membuat kanker serviks disebut sebagai penyakit pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia. Label itu tidak berlebihan karena tiap hari di Indonesia dari 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks, 20 wanita diantaranya meninggal karena kanker serviks. Tingginya kasus kanker serviks di Indonesia membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia.

Sementara kanker payudara, merupakan penyakit dengan kasus terbanyak kedua setelah kanker serviks. Penderita kanker payudara di Indonesia pada tahun 2004 (sebagaimana dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008) sebanyak 5.207 kasus.

Setahun kemudian pada 2005, jumlah penderita kanker payudara meningkat menjadi 7.850 kasus. Tahun 2006, penderita kanker payudara meningkat menjadi 8.328 kasus dan pada tahun 2007 jumlah tersebut tidak jauh berbeda meski sedikit mengalami penurunan yakni 8.277 kasus. Yang perlu diketahui data penderita kanker payudara tersebut merupakan pasien yang keluar rawat inap dengan diagnosis kanker. Jadi penderita kanker payudara sebenarnya sangat mungkin jauh lebih besar lagi.

Kanker hati juga menjadi jenis kanker dengan penderita yang banyak. Penderita kanker hati umumnya laki-laki. Penyakit kanker hati ini merupakan jenis penyakit kanker dengan jumlah penderita nomor lima terbanyak di dunia dan menjadi penyebab kematian nomor tiga.                 Pencegahan penyakit kanker dapat dilakukan dengan penyuntikan berkala untuk jangka pencegahan 5 tahun memang kocek yang harus di keluarkan cukup banyak namun tidak sebanyak jika sudah terjangkit penyakit kanker ujar Hafriki. Selain itu  Hafriki juga menerangkan cara pendeteksian awal dengan metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri) Dalam prakteknya cara pendeteksian ini dapat mendeteksi awal untuk kanker payudara dan kanker kelenjar getah bening, disamping itu ramuan herbal yang terbuat dari temu putih juga dapat menjadi solusi dalam mencegah penyakit kanker.

About admin

Terwujudnya Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki integritas, profesional, mandiri, transparan dan akuntabel, demi terciptanya demokrasi Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Check Also

SOSIALISASI KANKER OLEH YAYASAN SOSIALISASI KANKER INDONESIA

Senin (10/02/2020) , Selesai acara bedah buku tata kelola pemilu di Indonesia, diruang aula kantor …

Leave a Reply